Taufikurrahman, Raka (2025) Problematika Hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang No. 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Cover Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (151kB)
Lembar Pengesahan Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (214kB)
Daftar Isi Dan Abstrak Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (318kB)
Bab 1 Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Bab 2 Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (572kB)
Bab 3 Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (953kB)
Bab IV Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (682kB)
Bab V Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (268kB)
Daftar Pustaka Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (427kB)
Bimbingan Skripsi Raka Taufikurrahman.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (220kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Presiden dalam menerbitkan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang (Perppu) No.2 Tahun 2022 serta implikasinya terhadap kewenangan Mahkamah Konstitusi dan prinsip negara hukum di Indonesia. Permasalahan utama yang dikaji berkaitan dengan perluasan tafsir kewenangan Presiden berdasarkan Pasal 22 ayat (1) UUD 1945, khususnya pasca Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020 yang menyatakan Undang - Undang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode penelitian hukum doktrinal melalui studi kepustakaan dan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen hukum, serta literatur ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Presiden secara formal memang sah sebagai atribusi konstitusional, namun penerapannya dalam Perppu No.2 Tahun 2022 tidak sepenuhnya sesuai dengan parameter kegentingan yang memaksa sebagaimana ditetapkan Mahkamah Konstitusi dalam putusan No. 138/PUU-VII/2009. Kondisi ini berimplikasi pada potensi pelemahan otoritas Mahkamah Konstitusi karena putusan yang bersifat final dan mengikat justru diabaikan oleh Presiden, serta berdampak pada melemahnya prinsip checks and balances, tergerusnya prinsip negara hukum, menurunnya kepastian hukum dan meningkatnya dominasi eksekutif dalam proses pembentukan hukum.
Kata Kunci : Kewenangan Presiden, Perppu, Mahkamah Konstitusi, Negara Hukum, Check and Balances
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Nidn Email Thesis advisor Furqan, Wahyul 0411076803 Pembimbing I Thesis advisor Khasanofa, Auliya 0427018301 Penguji I Thesis advisor Yusuf, Burhanudin 0422069205 Penguji II |
| Uncontrolled Keywords: | Kewenangan Presiden, Perppu, Mahkamah Konstitusi, Negara Hukum, Checks and Balances |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Miss Aldias FH |
| Date Deposited: | 22 May 2026 01:03 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:03 |
| URI: | http://repository.umt.ac.id/id/eprint/1727 |

